Asal Usul Ki Ageng Wonosobo

Diceritakan dalam sejarah bahwa,   R. Alit/Haryo Ongkowijoyo / setelah menjadi raja jejuluk Prabu Browijoyo ke V sebagai penerus Raja Majapahit yang terahir ( th 1468 – 1478 M ) ,   berputra R. More »

LEDOK

Dalam buku kamus, yang diterbitkan pada tahun 1869 dan khusus memuat kata-kata serta nama-nama tempat untuk kepentingan pengetahuan ilmu bumi, disebutkan bahwa Wonosobo adlaah Ibu Kota dari Afdeling Ledok sebagai bagian wilayah More »

Panggah Agung Ki Ageng Wonosobo

        Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke 189, dilaksanakan Prosesi Serah Terima dan Kirab Panji bertempat di Desa Plobangan Kecamatan Selomerto. More »

 

Kemudahan Administrasi Kependudukan

Bagi Penduduk yang pernah melakukan perekaman data E-KTP, namun E-KTP tidak kunjung datang, sekarang Pemerintah Pusat sudah memperbolehkan kembali penggunakan blanko KTP yang reguler (yang lama), sehingga memudahkan bagi penduduk yang akan memerlukan E-KTP segera, karena sebelumnya penduduk yang sudah melakukan perekaman E-KTP hanya dikasih Keterangan Pengganti E-KTP.

Dengan adanya blanko KTP reguler (yang lama), maka penduduk sekarang sudah bisa mencetak KTP hanya dalam 1 (satu) hari saja apabila tidak terdapat kendala pada permasalahan jaringan server. Bahkan sekarang biaya pencetakan KK, KTP-el, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, AKta Perceraian, Akta Pengakuan Anak dll sudah gratis.

Harapan Pemerintah dengan kemudahan ini bisa meningkatkan motivasi penduduk untuk mendaftarkan administrasi kependudukan guna meningkatkan kemajuan data kependudukan mendukung kemajuan pembangunan.

 

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014

Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah ditetapkan, adapun Peraturan Pemerintah sebagai Petunjuk Pelaksanaannya dapat di download disini
Mari kita sama-sama mendukung pembangunan dan kemajuan Desa!

Elektronik KTP

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat tentang lambatnya Pelayanan Penerbitan E-KTP, bersama ini kami jelaskan secara rinci proses penerbitan E-KTP sebagai berikut :

  1. Proses Perekaman Data E-KTP dilaksanakan di Kecamatan, meliputi proses Pemotretan/Foto, Rekam Sidik Jari, Rekam Iris mata, Tandatangan dan Verifikasi.
  2. Data yang telah direkam oleh Petugas di Kecamatan selanjutnya disimpan sehingga secara otomatis akan terkirim ke Server Adminduk di Depdagri Jakarta.
  3. Pencetakan E-KTP dilakukan oleh Depdagri di Jakarta, bukan dilakukan oleh petugas Kecamatan.
  4. E-KTP yang sudah di cetak di Jakarta akan dikirim melalui Pos ke Kecamatan masing-masing, kemudian oleh Kecamatan didistribusikan ke Masyarakat melalui Desa/Pemerintah Desa.
  5. Proses dari Perekaman Data sampai dengan E-KTP dikirim ±2-3 bulan
  6. Bagi masyarakat yang membutuhkan Pelayanan dengan E-KTP bisa digantikan dengan Surat Keterangan Pengganti E-KTP yang fungsinya sama dengan E-KTP (pembuatan sim, skck,perbankan dll), jangka waktu berlakunya Surat Keterangan Pengganti E-KTP adalah 3 bulan dan bisa diperpanjang kembali apabila E-KTP belum jadi.
  7. Bagi masyarakat yang akan menggunakan E-KTP untuk bekerja di luar Kab/prov bisa meminta kepda petugas Kecamatan untuk mencetakkan biodata penduduk (selain Surat Keterangan Pengganti E-KTP)

Demikian informasi ini semoga bermanfaat.