KTP Elektronik (KTP-el) berlaku seumur hidup

              Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI More »

Bagi yang Kehilangan Sepeda Motor bisa datang ke Polres Wonosobo dengan Membawa STNK dan BPKB!!

        Polres Wonosobo berhasil mengamankan/menyita puluhan Sepeda motor. Puluhan sepeda motor tersebut merupakan hasil pencurian, dan hasil penyitaan Sat Lantas Polres Wonosobo. More »

Asal Usul Ki Ageng Wonosobo

Diceritakan dalam sejarah bahwa,   R. Alit/Haryo Ongkowijoyo / setelah menjadi raja jejuluk Prabu Browijoyo ke V sebagai penerus Raja Majapahit yang terahir ( th 1468 – 1478 M ) ,   berputra R. More »

Panggah Agung Ki Ageng Wonosobo

        Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke 189, dilaksanakan Prosesi Serah Terima dan Kirab Panji bertempat di Desa Plobangan Kecamatan Selomerto. More »

 

Green City Wonosobo

WONOSOBO – Program Green City yang melingkupi penataan kawasan kota sepanjang 2015 dievaluasi pada pergantian tahun, dalam sebuah forum yang bertempat di taman anggrek Tien Soeharto, Wonosobo. Acara tersebut dihadiri para pimpinan  perusahaan yang selama ini menjadi mitra Pemkab Wonosobo, tokoh masyarakat, dan jajaran pimpinan SKPD terkait.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan, Lutfi Amin menjelaskan forum tersebut menjadi media menyampaikan rasa terimakasih Pemkab kepada para pihak, terutama beberapa perusahaan yang selama ini turut berkontribusi sebagai donor dalam program Green City.

“Kami mengambil tema forum ini Thanksgiving Day dan Donor Meeting Wonosobo Green City 2015. Dua isu kental yang masuk dalam Green City adalah kota ramah HAM dan Kota Pusaka, sehingga kami menyebut tema pembangunan di 2015 adalah Wonosobo Green Heritage City,” terang Lutfi.

Selama setahun terakhir, Pemerintah telah menyelesaikan enam kegiatan dalam lingkup program Green City yang menelan anggaran sebesar Rp 12,6 Miliar lebih. Kegiatan pertama adalah pembangunan kawasan heritage dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,75 M dalam bentuk penataan Masjid Jami’, Masjid Al Mansur dan Gedung Setgab di Komplek Pendopo Wakil Bupati.

Selain itu, program pemanfaatan ruang yang meliputi penataan koridor Jalan A Yani, pembuatan pedestrian Koridor Jalan Perkotaan, penyempurnaan pedestrian di Jalan Sukarno-Hatta, pedestrian di kawasan Jalan Pemuda dan Taman Selomanik menghabiskan total Rp5,655 M.  “Satu kegiatan tertunda pelaksanaannya, menunggu rekomendasi Dinas Bina Marga Provinsi, yaitu untuk pembuatan taman  median Jalan T Jogonegoro,” imbuh Lutfi.

Kegiatan lainnya seperti pembuatan taman dan RTH di beberapa titik menelan Rp 1.456.550.000 dan kegiatan penyempurnaan taman Blok Kota sebesar Rp 1,2 M. Dua kegiatan berikutnya adalah penyempurnaan taman Dieng yang menelan anggaran sebesar Rp 200 juta dan fasilitasi program dan visi Strategis Green dengan anggaran Rp 347.885.000.

Hasil pekerjaan pada 2015 tersebut, menurut PJ Bupati, Satriyo Hidayat layak diapresiasi. Menurutnya, kawasan kota diakui atau tidak kini berubah menjadi lebih menyenangkan, dan mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah

“Beberapa taman yang baru, dan bahkan belum sempat diresmikan telah terlihat menjadi tempat rekreasi bagi warga masyarakat, ditambah pembangunan pedestrian yang kini semakin banyak,” beber Satriyo.

Pihaknya mengakui, semua program yang telah berhasil direalisasikan tersebut tak lepas dari peran pihak swasta. “Hari ini kami menyampaikan terimakasih setulus hati atas kontribusi aktif pihak swasta yang telah bersedia menjalin Green Partnership dengan Pemkab Wonosobo melalui CSR nya,” ungkap Satriyo.

Salah satu tokoh masyarakat mewakili Susteran Wonosobo, Suster Yofita mengharapkan laju pembangunan juga harus diimbangi dengan penghijauan di area kota sehingga bisa melawan arus pemanasan global. Selain itu Suster Yofita juga berharap perbaikan juga menyentuh beberapa daerah yang hingga saat ini masih terdampak imbas cuaca seperti banjir

Sumber : JPNN

TOP! Hanya Butuh 11 Menit Polisi Ganyang Teroris

Polisi bersenjata di area peledakan bom di kawasan Sarinah, Kamis (14/1). Foto: dok.JPNN

JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan kronologis pengungkapan aksi teror dan penembakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

Aksi itu berlangsung di tiga tempat. Pertama ledakan bom bunuh diri di dalam  Starbucks Coffee. Kemudian ledakan di pos polisi lalu lintas Sarinah, Thamrin, dan baku tembak serta pelemparan granat di parkiran Starbucks.

Aksi tersebut telah menimbulkan korban dan kerugian materi. Haiti menjelaskan, 26 korban mengalami luka.

Sebanyak 19 di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Tujuh lainnya sudah pulang karena hanya mengalami luka ringan.

Tak cuma itu, tujuh orang lainnya dinyatakan tewas. Lima di antaranya diduga pelaku. Dua lainnya termasuk satu warga Kanada, menjadi korban meninggal dunia.

Haiti menegaskan, saat ini empat pelaku sudah teridentifikasi. “Yang satu lagi masih dalam proses identifikasi,” kata Haiti saat jumpa pers di Mabes Polri, Sabtu (16/1).

Ledakan itu menimbulkan kerugian materi. Antara lain, kerusakan pos polisi, mobil Karo Ops Polda Metro Jaya karena lemparan bom dan tentunya cafe Starbucks.

Modus operandi yang dilakukan adalah dengan melakukan bom bunuh diri di dalam cafe Starbucks. “Ledakan pertama terjadi pukul 10.39 WIB,” katanya. Data itu berdasarkan rekaman CCTV.

Kemudian, terjadi ledakan di pos polantas serta penembakan dan pelemparan bom di depan Starbucks.  “Terjadi tembak menembak antara petugas kepolisian dengan pelaku pada saat 10 menit setelah ledakan pertama,” katanya.

Dalam aksi itu, polisi akhirnya bisa melumpuhkan pelaku. Polisi membutuhkan waktu sekitar 11 menit untuk melumpuhkan pelaku yang melawan dengan tembakan dan pelemparan bom.

“Dua pelaku bisa dilumpuhkan dengan tembakan pada pukul 11.01.51 WIB. Jadi, upaya penangkapan pelaku berlangsung 11 menit dari ledakan pertama,” paparnya.

Kemudian, petugas melakukan sterilisasi gedung-gedung di dekat tempat kejadian perkara. Hal ini untuk meyakinkan bahwa para pelaku sudah tidak ada yang bersembunyi di TKP dan sekitarnya.

Dalam penyisiran itu, polisi berhasil menemukan bom yang diduga berdaya ledak besar dan belum diledakkan. “Ada bom yang belum sempat diledakkan,” katanya.

Polisi juga menemukan senjata api jenis pistol. Kemudian empat proyektil di tubuh korban dan selongsong peluru dari berbagai kaliber. “Polri cepat menangani sehingga dalam waktu singkat dapat melumpuhkan dan menindak para pelaku,” kata Haiti.
(Jpnn)
Karenanya, kata dia, dari penanganan pelaku yang cepat itu jumlah korban bisa diminimalisir.  (boy/jpnn)

PNS Kemendagri Hilang??

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui ada anak buahnya yang hilang. Namun apakah hilang karena ikut organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), atau gerakan ormas terlarang lainnya, Tjahjo belum dapat memastikan.

“PNS Kemendagri juga ada korban, ada yang hilang, sedang dilacak, serius ini. Entah ikut gerakan ini atau yang mana, kami belum tahu,” ujar Tjahjo, Selasa (12/1).

Menurut mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan ini, Kemendagri kini tengah melakukan serangkaian aksi pelacakan. Sehingga dapat diketahui kepastian.

Sementara itu Kepala Bagian Perundang-Undangan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kemendagri Bachtiar mengatakan, mengakui pihaknya pernah menerima audiensi petinggi Gafatar. Peristiwa tersebut saat Bachtiar masih menjabat kepala Sub Direktorat Ormas pada Ditjen Polpum.

“Mereka hanya pernah datang audiensi. Tapi selama saya jadi Kasubdit Ormas Ditjen Kesbangpol tahun 2008 sampai September 2015, kami tidak pernah menerbitkan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) Gafatar,” ujarnya.

Saat audiensi kata Bachtiar, pengurus Gafatar dipimpin langsung ketua umumnya bernama Mahfud dan sejumlah pengurus DPP lain. Namun Mahfud yang dimaksud bukan mantan Ketua MK Mahfud MD.

“Ketua umumnya atas nama Pak Mahfud, itu (datang beraudiensi,red) beserta pengurus DPP-nya,”ujar Bahctiar.(gir/jpnn)

sumber : Jpnn

Persyaratan Pengajuan Permasalahan SPPT PBB

Pengajuan perubahan/mutasi SPPT PBB Wonosobo

Pengajuan perubahan/mutasi SPPT PBB Wonosobo

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan Surat Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor : 973/078/DPPKAD/2015 tanggal 9 Februari 2015 perihal Persyaratan Pengajuan Permasalahan SPPT PBB, maka disampaikan :

  1. Penyampaian SPPT PBB Tahun 2015 dilaksanakan pada bulan Februari 2015;
  2. Setelah SPPT dan DHKP disampaikan kepada Kepala Desa dan Lurah, untuk segera dilakukan penelitian oleh Desa/Kelurahan dan paling lambat tanggal 31 maret 2015, SPPT sudah disampaikan kepada wajib pajak.
  3. Pengajuan berkas permasalahan SPPT PBB akan dilayani oleh DPPKAD Kabupaten Wonosobo, mulai tanggal 1 april s/d 31 juli 2015.
  4. Berkas pengajuan permasalahan SPPT PBB, akan diteliti oleh petuas pelayanan DPPKAD Kabupaten Wonosobo dan akan diberikan tanda terima setelah berkas dinyatakan lengkap dan benar.
  5. Setelah tanggal 31 juli 2015, berkas pengajuan permasalahan-permasalahan PBB tidak dilayani oleh DPPKAD, hal ini demi kelancaran proses perekaman data dan untuk menghindari terjadinya selisih data antara DPPKAD, Bank Jateng dan Desa/Kelurahan.
  6. Apabila setelah tanggal 31 Juli 2015, masyarakat membutuhkan dokumen yang berkaitan dengan SPPT PBB, DPPKAD Kabupaten Wonosobo akan menerbitkan Surat Keterangan Nilai Jual Obyek Pajak Tahun Berjalan.
  7. Bagi masyarakat yang akan mengajukan permohonan salinan SPPT PBB, akan dilayani dan diberikan tanda terima berkas oleh DPPKAD apabila berkas kelengkapannya lengkap dan benar.

Proses Pentahapan KTP Elektronik (KTP-El)

Proses pencetakan e ktp kabupaten wonosobo
Proses pencetakan e ktp kabupaten wonosobo

Proses pencetakan e ktp kabupaten wonosobo

Bahwa sesuai Perpres RI Nomor 112 Tahun 2013 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara nasional pasal 10 dinyatakan bahwa KTP non Elektronik berlaku sampai dengan 31 Desember 2014. Dengan demikian mulai 1 Januari 2015 KTP yang berlaku dan digunakan sebagai identitas resmi dan bukti diri penduduk adalah KTP-el.

Mengingat masih banyaknya penduduk wajib KTP di Wonosobo yang belum memiliki KTP-el untuk memenuhi seluruhnya dalam waktu cepat yang disebabkan terbatasnya sarana, prasarana, jumlah SDM dan blanko KTP-el yang tersedia, maka penduduk wajib KTP yang sudah rekam dibuatkan Surat Keterangan Pengganti Sementara KTP-el yang berlaku sampai dengan KTP-el penduduk jadi.

Pelayanan penerbitan KTP-el yang meliputi perekaman, pencetakan dan distribusinya terus dilaksanakan secara berkelanjutan sampai seluruh wajib KTP memiliki KTP-el.

Sehubungan dengan telah dimulainya pentahapan pencetakan, maka diharapkan warga masyarakat /wajib KTP yang sudah rekam namun belum menerima KTP-el atau KTP-el yang rusak, salah identitas dan ada perubahan identitas, segera melaporkan melalui Desa/Kelurahan masing-masing untuk diteruskan/ditindaklanjuti kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wonosobo melalui Kecamatan setempat.

LOWONGAN KERJA (OPEN RECRUITMENT) KOPERASI NUSANTARA

Koperasi Nusantara Merupakan Koperasi Ternama di Indonesia, saat ini membuka kesempatan bagi anda yang ingin berkarir dalam program exclusive 2014

1. ACCOUNT OFFICER

Kriteria Umum

  1. Pria atau Wanita Usia 18-30 Tahun
  2. Pendidikan terakhir D3 atau S1
  3. Sehat Jasmani dan rohani
  4. Diutamakan memiliki pengalaman dibidang marketing
  5. Memiliki Kemampuan komunikasi yang baik
  6. Mampu mengoperasikan komputer
  7. Memiliki Interpersonal Skill yang baik
  8. Tidak sedang terikat Hubungan Kerja
  9. Mampu bekerja dalam tem
  10. Memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam pekerjaan
  11. Memiliki Disiplin yang Baik
  12. Dapat Mengendarai Motor/Mobil dan Memiliki SIM C/A

 

2. OFFICER DEVELOPMENT PROGRAM 2014

  1. Pria atau Wanita usia 18-23 tahun
  2. Pendidikan terakhir SMU atau sederajat
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Diutamakan memiliki pengalaman di bidang marketing
  5. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
  6. Mampu mengoperasikan komputer
  7. Memiliki Interpersonal Skill yang baik
  8. Tidak sedang terikat hubungan kerja dengan perusahaan lain
  9. Mampu bekerja dalam team
  10. Memiliki komitmen dan tanggungjawab dalam pekerjaan
  11. Memiliki Disiplin yang baik
  12. Dapat mengendarai motor/mobil dan memiliki SIM C/A

Lamaran lengkap Harap dikirim Ke :

KOPERASI NUSANTARA CABANG WONOSOBO

JL PEMUDA NO 9 WONOSOBO (HP 08121130690)

Kemudahan Administrasi Kependudukan

Bagi Penduduk yang pernah melakukan perekaman data E-KTP, namun E-KTP tidak kunjung datang, sekarang Pemerintah Pusat sudah memperbolehkan kembali penggunakan blanko KTP yang reguler (yang lama), sehingga memudahkan bagi penduduk yang akan memerlukan E-KTP segera, karena sebelumnya penduduk yang sudah melakukan perekaman E-KTP hanya dikasih Keterangan Pengganti E-KTP.

Dengan adanya blanko KTP reguler (yang lama), maka penduduk sekarang sudah bisa mencetak KTP hanya dalam 1 (satu) hari saja apabila tidak terdapat kendala pada permasalahan jaringan server. Bahkan sekarang biaya pencetakan KK, KTP-el, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, AKta Perceraian, Akta Pengakuan Anak dll sudah gratis.

Harapan Pemerintah dengan kemudahan ini bisa meningkatkan motivasi penduduk untuk mendaftarkan administrasi kependudukan guna meningkatkan kemajuan data kependudukan mendukung kemajuan pembangunan.

 

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014

Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah ditetapkan, adapun Peraturan Pemerintah sebagai Petunjuk Pelaksanaannya dapat di download disini
Mari kita sama-sama mendukung pembangunan dan kemajuan Desa!

Elektronik KTP

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat tentang lambatnya Pelayanan Penerbitan E-KTP, bersama ini kami jelaskan secara rinci proses penerbitan E-KTP sebagai berikut :

  1. Proses Perekaman Data E-KTP dilaksanakan di Kecamatan, meliputi proses Pemotretan/Foto, Rekam Sidik Jari, Rekam Iris mata, Tandatangan dan Verifikasi.
  2. Data yang telah direkam oleh Petugas di Kecamatan selanjutnya disimpan sehingga secara otomatis akan terkirim ke Server Adminduk di Depdagri Jakarta.
  3. Pencetakan E-KTP dilakukan oleh Depdagri di Jakarta, bukan dilakukan oleh petugas Kecamatan.
  4. E-KTP yang sudah di cetak di Jakarta akan dikirim melalui Pos ke Kecamatan masing-masing, kemudian oleh Kecamatan didistribusikan ke Masyarakat melalui Desa/Pemerintah Desa.
  5. Proses dari Perekaman Data sampai dengan E-KTP dikirim ±2-3 bulan
  6. Bagi masyarakat yang membutuhkan Pelayanan dengan E-KTP bisa digantikan dengan Surat Keterangan Pengganti E-KTP yang fungsinya sama dengan E-KTP (pembuatan sim, skck,perbankan dll), jangka waktu berlakunya Surat Keterangan Pengganti E-KTP adalah 3 bulan dan bisa diperpanjang kembali apabila E-KTP belum jadi.
  7. Bagi masyarakat yang akan menggunakan E-KTP untuk bekerja di luar Kab/prov bisa meminta kepda petugas Kecamatan untuk mencetakkan biodata penduduk (selain Surat Keterangan Pengganti E-KTP)

Demikian informasi ini semoga bermanfaat.