Category Archives: Umum

Green City Wonosobo

WONOSOBO – Program Green City yang melingkupi penataan kawasan kota sepanjang 2015 dievaluasi pada pergantian tahun, dalam sebuah forum yang bertempat di taman anggrek Tien Soeharto, Wonosobo. Acara tersebut dihadiri para pimpinan  perusahaan yang selama ini menjadi mitra Pemkab Wonosobo, tokoh masyarakat, dan jajaran pimpinan SKPD terkait.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan, Lutfi Amin menjelaskan forum tersebut menjadi media menyampaikan rasa terimakasih Pemkab kepada para pihak, terutama beberapa perusahaan yang selama ini turut berkontribusi sebagai donor dalam program Green City.

“Kami mengambil tema forum ini Thanksgiving Day dan Donor Meeting Wonosobo Green City 2015. Dua isu kental yang masuk dalam Green City adalah kota ramah HAM dan Kota Pusaka, sehingga kami menyebut tema pembangunan di 2015 adalah Wonosobo Green Heritage City,” terang Lutfi.

Selama setahun terakhir, Pemerintah telah menyelesaikan enam kegiatan dalam lingkup program Green City yang menelan anggaran sebesar Rp 12,6 Miliar lebih. Kegiatan pertama adalah pembangunan kawasan heritage dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,75 M dalam bentuk penataan Masjid Jami’, Masjid Al Mansur dan Gedung Setgab di Komplek Pendopo Wakil Bupati.

Selain itu, program pemanfaatan ruang yang meliputi penataan koridor Jalan A Yani, pembuatan pedestrian Koridor Jalan Perkotaan, penyempurnaan pedestrian di Jalan Sukarno-Hatta, pedestrian di kawasan Jalan Pemuda dan Taman Selomanik menghabiskan total Rp5,655 M.  “Satu kegiatan tertunda pelaksanaannya, menunggu rekomendasi Dinas Bina Marga Provinsi, yaitu untuk pembuatan taman  median Jalan T Jogonegoro,” imbuh Lutfi.

Kegiatan lainnya seperti pembuatan taman dan RTH di beberapa titik menelan Rp 1.456.550.000 dan kegiatan penyempurnaan taman Blok Kota sebesar Rp 1,2 M. Dua kegiatan berikutnya adalah penyempurnaan taman Dieng yang menelan anggaran sebesar Rp 200 juta dan fasilitasi program dan visi Strategis Green dengan anggaran Rp 347.885.000.

Hasil pekerjaan pada 2015 tersebut, menurut PJ Bupati, Satriyo Hidayat layak diapresiasi. Menurutnya, kawasan kota diakui atau tidak kini berubah menjadi lebih menyenangkan, dan mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah

“Beberapa taman yang baru, dan bahkan belum sempat diresmikan telah terlihat menjadi tempat rekreasi bagi warga masyarakat, ditambah pembangunan pedestrian yang kini semakin banyak,” beber Satriyo.

Pihaknya mengakui, semua program yang telah berhasil direalisasikan tersebut tak lepas dari peran pihak swasta. “Hari ini kami menyampaikan terimakasih setulus hati atas kontribusi aktif pihak swasta yang telah bersedia menjalin Green Partnership dengan Pemkab Wonosobo melalui CSR nya,” ungkap Satriyo.

Salah satu tokoh masyarakat mewakili Susteran Wonosobo, Suster Yofita mengharapkan laju pembangunan juga harus diimbangi dengan penghijauan di area kota sehingga bisa melawan arus pemanasan global. Selain itu Suster Yofita juga berharap perbaikan juga menyentuh beberapa daerah yang hingga saat ini masih terdampak imbas cuaca seperti banjir

Sumber : JPNN

TOP! Hanya Butuh 11 Menit Polisi Ganyang Teroris

Polisi bersenjata di area peledakan bom di kawasan Sarinah, Kamis (14/1). Foto: dok.JPNN

JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan kronologis pengungkapan aksi teror dan penembakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

Aksi itu berlangsung di tiga tempat. Pertama ledakan bom bunuh diri di dalam  Starbucks Coffee. Kemudian ledakan di pos polisi lalu lintas Sarinah, Thamrin, dan baku tembak serta pelemparan granat di parkiran Starbucks.

Aksi tersebut telah menimbulkan korban dan kerugian materi. Haiti menjelaskan, 26 korban mengalami luka.

Sebanyak 19 di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Tujuh lainnya sudah pulang karena hanya mengalami luka ringan.

Tak cuma itu, tujuh orang lainnya dinyatakan tewas. Lima di antaranya diduga pelaku. Dua lainnya termasuk satu warga Kanada, menjadi korban meninggal dunia.

Haiti menegaskan, saat ini empat pelaku sudah teridentifikasi. “Yang satu lagi masih dalam proses identifikasi,” kata Haiti saat jumpa pers di Mabes Polri, Sabtu (16/1).

Ledakan itu menimbulkan kerugian materi. Antara lain, kerusakan pos polisi, mobil Karo Ops Polda Metro Jaya karena lemparan bom dan tentunya cafe Starbucks.

Modus operandi yang dilakukan adalah dengan melakukan bom bunuh diri di dalam cafe Starbucks. “Ledakan pertama terjadi pukul 10.39 WIB,” katanya. Data itu berdasarkan rekaman CCTV.

Kemudian, terjadi ledakan di pos polantas serta penembakan dan pelemparan bom di depan Starbucks.  “Terjadi tembak menembak antara petugas kepolisian dengan pelaku pada saat 10 menit setelah ledakan pertama,” katanya.

Dalam aksi itu, polisi akhirnya bisa melumpuhkan pelaku. Polisi membutuhkan waktu sekitar 11 menit untuk melumpuhkan pelaku yang melawan dengan tembakan dan pelemparan bom.

“Dua pelaku bisa dilumpuhkan dengan tembakan pada pukul 11.01.51 WIB. Jadi, upaya penangkapan pelaku berlangsung 11 menit dari ledakan pertama,” paparnya.

Kemudian, petugas melakukan sterilisasi gedung-gedung di dekat tempat kejadian perkara. Hal ini untuk meyakinkan bahwa para pelaku sudah tidak ada yang bersembunyi di TKP dan sekitarnya.

Dalam penyisiran itu, polisi berhasil menemukan bom yang diduga berdaya ledak besar dan belum diledakkan. “Ada bom yang belum sempat diledakkan,” katanya.

Polisi juga menemukan senjata api jenis pistol. Kemudian empat proyektil di tubuh korban dan selongsong peluru dari berbagai kaliber. “Polri cepat menangani sehingga dalam waktu singkat dapat melumpuhkan dan menindak para pelaku,” kata Haiti.
(Jpnn)
Karenanya, kata dia, dari penanganan pelaku yang cepat itu jumlah korban bisa diminimalisir.  (boy/jpnn)